Showing posts with label manfaat. Show all posts
Showing posts with label manfaat. Show all posts

Saturday, January 26, 2019

Tahukah Anda? 4 Cara Mendidik Anak dalam Islam Ini


Pancarona Islam - Pendidikan anak yang baik adalah pendidikan yang juga menanamkan pelajaran akhlaq baik secara kuat dan kokoh ke dalam jiwa anak. Jika anak sudah ditanamkan dengan akhlaq baik, maka ia akan mampu menolak syahwat jelek dan jiwanya tidak akan nyaman kecuali melakukan hal-hal yang baik. Untuk bisa menanamkan akhlaq baik diperlukan pula cara mendidik yang baik. Berikut ini empat cara mendidik anak dalam Islam, yang terbukti baik untuk anak, antara lain:

1. Mendidik dengan Kelembutan

Agar pendidikan dapat diterima anak, cara mendidiknya pun perlu dilakukan dengan kelembutan. Hal ini pun dilakukan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh sejumlah hadits dimana Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menggunakan kelembutan saat berinteraksi dengan orang lain, seperti berikut:

عن عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْج النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ قال رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الأَمْرِ كُلِّهِ رواه البخاري6024

Artinya: "Dari 'Aisyah, istri Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, semoga Allah meridhai beliau, berkata: Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam segala hal." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, 6024).

وروى مسلم (2592) عَنْ جَرِيرٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ( مَنْ يُحْرَمِ الرِّفْقَ ، يُحْرَمِ الْخَيْرَ

Artinya: "Muslim (2592) meriwayatkan dari Jarir bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Barangsiapa yang terhalangi dari kelembutan, maka dia akan terhalangi dari kebaikan'."

وعَنْ عَائِشَةَ ، زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِي شيء إِلاَّ زَانَهُ ، وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شيء إِلاَّ شَانَهُ ) رواه مسلم (2594

Artinya: "Dari 'Aisyah, istri Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, semoga Allah meridhai beliau, berkata, 'Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya kelembutan, tidaklah berada pada sesuatu kecuali pasti menghiasinya, dan tidaklah kelembutan diambil dari sesuatu, pasti merusaknya'."

وعَنْ عَائِشَةَ : أَنَّهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِأَهْلِ بَيْتٍ خَيْرًاأَدْخَلَ عَلَيْهِمُ الرِّفْقَ. رواه الإمام أحمد في مسنده (24427) ، وصححه الألباني في ” صحيح الجامع الصغير ” رقم (303)

Artinya: "Dari 'Aisyah semoga Allah meridhai beliau bahwa dia berkata: Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Jika Allah 'azza wa jalla menginginkan kebaikan bagi anggota rumah tangga, Dia akan memasukkan kelembutan kepada mereka' (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (24427); yang dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jaami 'as-Shaghir (303)).


Di antara salah satu tabiat anak-anak pada umumnya, yang lebih mencintai orang tua yang lemah lembut kepada mereka, membantu mereka, dan yang memberikan perhatian kepada mereka. Sebisa mungkin, pendidikan anak dilakukan tanpa teriak dan amarah.

Pendidikan haruslah penuh dengan hikmah dan kesabaran. Sebab anak usia dini sejatinya membutuhkan hiburan dan permainan. Selain itu, usia dini juga merupakan usia yang tepat untuk menanamkan adab-adab dan pendidikan bagi anak. Oleh karena itulah, sebagai orang tua, anda harus mampu menyeimbangkan antara keduanya.

Saat anak-anak mencintai orang tua yang penuh kelembutan, maka cintanya ini akan memotivasi mereka untuk menaati orang tuanya. Sebaliknya, orang tua yang tidak memiliki kelembutan dan mengandalkan kekerasan, justru akan menyebabkan anak menjauh dari orang tua. Alhasil, anak akan lebih keras kepala dan tidak taat. Atau bisa jadi anak anda justru merasakan ketakutan, yang nantinya akan menumbuhkan sifat dusta dan tipu daya dalam diri anak. Anak akan lebih sering berdusta dan berbohong kepada orang tua.

2. Mendidik dengan Kelembutan Tidak Berarti Meniadakan Hukuman di Saat yang Diperlukan

Hal yang perlu diperhatikan adalah hukuman yang diberikan saat membesarkan anak-anak ini haruslah digunakan dengan bijak. Tidaklah benar jika anak selalu dihukum atas setiap pelanggaran yang dilakukan. Hukuman diterapkan saat kelembutan tidak lagi berpengaruh, dan ketika nasehat, perintah, dan larangan telah diabaikan.

Hukuman yang diberikan pun haruslah memberikan manfaat. Misalnya, anda memiliki masalah pada kebiasaan anak-anak anda, yang menghabiskan waktu lama di depan televisi hingga melupakan aktivitas yang lain, maka anda dapat membatasi program yang mereka tonton. Hukuman seperti itu bermanfaat dan tidak membahayakan secara umum serta bebas dari perkara mungkar.

Jika mereka melampaui waktu menonton televisi, anda bisa mengalihkan mereka dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya. Usahakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan yang melibatkan anda, sebagai orang tua. Misalnya, memancing ikan bersama atau bermain sebuah permainan yang mengasah keterampilan anak anda.

3. Mendidik Anak dengan Memberikan Contoh Baik

Agar anak bisa memahami pendidikan akhlaq yang diberikan, seharusnya orang tua juga memiliki akhlaq yang baik terlebih dahulu. Hal ini akan memberikan contoh bagi anak.

Sebab hal pertama yang harus anda lakukan untuk mendidik keshalihan anak, adalah membuat diri anda menjadi shalih terlebih dahulu. Sebab anak-anak cenderung meniru perbuatan yang dilakukan oleh orang tua mereka. Oleh sebab itu, sebagai orang tua, sebaiknya mulai hari ini anda membiasakan perbuatan baik dan menjauhi perbuatan jelek di hadapan anak anda.

4. Mendidik Anak dengan Menerapkan Lingkungan yang Baik

Lingkungan yang baik bagi anak adalah lingkungan yang memuji perbuatan baik dan menasehati setiap perbuatan buruk. Lingkungan seperti ini terbilang jarang anda temui. Oleh sebab itu, diperlukan usaha keras guna membentuk lingkungan yang seperti ini, sekurang-kurangnya pada lingkungan keluarga anda.

Sebagaimana yang telah banyak orang ketahui, bahwa anak juga cenderung meniru perbuatan dari interaksi orang-orang di sekitarnya. Jadi, ciptakanlah interaksi yang baik sehingga lingkungan yang ada pun cukup baik. Alhasil, anak akan lebih mudah memahami pendidikan yang diberikan.
Read More

Tuesday, November 27, 2018

Manfaat Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Sumber gambar: ayohaji.com

Pancarona Islam - Sebenarnya terdapat banyak riwayat yang menerangkan keutamaan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, baik riwayat berupa hadis Nabi Muhammad SAW maupun berupa kalam para ulama. Menurut Sayyid Muhammad bin Abbas al-Maliki, pena dan buku tidak akan mampu menghimpun keutaman bershalawat kepada Nabi SAW. Perkataan Sayyid Muhammad ini tidak berlebihan karena memang Nabi SAW adalah orang pilihan yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Bershalawat, selain sebagai perintah secara langsung dari Allah, yang Dia dan para malaikat mencontohkannya. Shalawat juga memiliki banyak keutamaan bagi siapapun yang membacanya. Berikut ini beberapa keutamaan atau manfaat bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, antara lain:


1. Mendapatkan Pahala

Orang yang membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dijanjikan Allah akan mendapatkan pahala yang berlipat. Hal ini sebagaimana riwayat al-Imam Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata:

Artinya: "Nabi SAW bersabda: barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali."

2. Dosanya Diampuni Allah

Siapapun yang bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dosanya akan diampuni oleh Allah SWT sesuai kecintaan dan keikhlasannya dalam membaca shalawat kepada Nabi SAW. Al-Imam al-Thabrani dan Abi ‘Ashim meriwayatkan hadis dari Abi Kahil, dia berkata:

Artinya: "Nabi SAW berkata kepada saya: Wahai Abu Kahil, barang siapa bershalawat atasku setiap hari tiga kali dan setiap malam tiga kali karena kecintaan dan kerinduan kepadaku maka hak atas Allah untuk mengampuni dosa-dosanya pada malam itu dan hari itu."

3. Dikabulkan Doanya

Barangsiapa yang bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam hadis riwayat al-Imam Ahmad, Nabi SAW bersabda: "Apabila salah seorang di antara kamu membaca shalawat, hendaklah dimulai dengan mengagungkan Allah dan memuji-Nya. Setelah itu, bacalah shalawat kepada Nabi SAW. Dan setelah itu, barulah berdoa dengan doa yang dikehendaki."

Dalam hadis yang lain riwayat al-Thabrani, "Setiap doa akan terhalang (untuk dikabulkan) hingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya."

4. Dikumpulkan Bersama Nabi SAW di Surga

Orang yang membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, akan dikumpulkan di surga bersama Nabi SAW. Dalam hadis riwayat al-Tirmidzi, Nabi Saw bersabda: "Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku."

5. Mendapatkan Syafaat Nabi SAW

Barangsiapa yang bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, akan mendapatkan syafaat dari Nabi SAW. Dalam hadis riwayat al-Muslim, Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya orang yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Lalu, mintalah kepada Allah wasilah untukku karena wasilah adalah sebuat tempat di surga yang tidak akan dikaruniakan, melainkan kepada salah satu hamba Allah. Dan, aku berharap bahwa akulah hamba tersebut. Barang siapa memohon untukku wasilah, maka ia akan meraih syafaat."


Itulah sebagian riwayat yang menjelaskan keutamaan atau manfaat bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebenarnya masih banyak riwayat lain yang tidak mungkin disebutkan semua disini. Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan kita semua untuk senantiasa membaca shalawat dan salam kepada Nabi kita, Nabi Muhammad SAW.
Read More

Monday, October 1, 2018

Manfaat Puasa Senin Kamis dari Segi Kesehatan

Sumber gambar: pontianak.tribunnews.com

Pancarona Islam - Salah satu amalan sunnah yang sering dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW adalah puasa Senin Kamis. Sesuai dengan namanya, puasa ini hanya dijalankan di hari Senin dan Kamis. Tidak hanya sebagai bentuk ibadah, ternyata puasa Senin Kamis juga memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh, antara lain:


1. Penurunan Berat Badan

Saat berpuasa, asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh lebih sedikit jika dibanding saat sedang tidak berpuasa. Kondisi ini bisa membantu anda untuk menurunkan berat badan, utamanya bagi anda yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

Saat puasa, kadar hormon insulin, hormon pertumbuhan, dan hormon norepinefrin juga mengalami penurunan. Kondisi ini dapat merangsang adanya pembakaran lemak dalam tubuh untuk dijadikan sumber energi. Pembakaran lemak inilah yang berpengaruh dalam proses penurunan berat badan. Tidak hanya itu, puasa dalam waktu singkat juga dapat meningkatkan kecepatan metabolisme tubuh hingga 3,6–14%. Sehingga pembakaran kalori dalam tubuh pun berjalan lebih cepat.

2. Peningkatan Fungsi Otak

Puasa Senin Kamis yang dilakukan secara berselang, ternyata dapat meningkatkan pertumbuhan sel saraf baru. Hal ini membuat fungsi otak juga mengalami peningkatan.

Saat puasa berselang Senin Kamis ini, kadar hormon otak yang disebut brain-derived neurotrophic factor (BDNF), ternyata juga akan meningkat. Peningkatan hormon BDNF ini juga berperan dalam perlindungan otak dari serangan beberapa penyakit, seperti Alzheimer dan Parkinson.

3. Penurunan Resiko Penyakit Jantung

Puasa Senin Kamis yang dilakukan, ternyata dapat membantu dalam penurunan tekanan darah, kadar kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida, dan gula darah. Beberapa hal tersebutlah yang menjadi faktor-faktor penyebab penyakit jantung. Artinya, dengan berpuasa anda dapat mengurangi resiko terserang penyakit jantung.

4. Peningkatan Sistem Kekebalan Tubuh

Puasa yang dilakukan secara berselang seperti puasa Senin Kamis, ternyata dapat juga meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Hal ini terjadi karena puasa dapat membantu menurunkan kerusakan jaringan di dalam tubuh akibat radikal bebas. Radikal bebas ini juga sering dikaitkan dengan terjadinya penuaan dan penyakit-penyakit kronis. Tidak hanya itu, puasa juga dapat menekan mekanisme dari proses peradangan dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat membantu tubuh dalam mencegah berbagai penyakit.


Itulah beberapa manfaat puasa bagi kesehatan. Puasa Senin Kamis tidak hanya berkaitan dengan tujuan spiritual saja, namun bisa pula dijadikan sebagai cara untuk memperoleh tubuh yang lebih sehat. Namun sebelum menjalankan puasa, pastikan tubuh anda berada dalam kondisi yang fit untuk menjalankannya.
Read More