Showing posts with label puasa. Show all posts
Showing posts with label puasa. Show all posts

Monday, October 1, 2018

Manfaat Puasa Senin Kamis dari Segi Kesehatan

Sumber gambar: pontianak.tribunnews.com

Pancarona Islam - Salah satu amalan sunnah yang sering dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW adalah puasa Senin Kamis. Sesuai dengan namanya, puasa ini hanya dijalankan di hari Senin dan Kamis. Tidak hanya sebagai bentuk ibadah, ternyata puasa Senin Kamis juga memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh, antara lain:


1. Penurunan Berat Badan

Saat berpuasa, asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh lebih sedikit jika dibanding saat sedang tidak berpuasa. Kondisi ini bisa membantu anda untuk menurunkan berat badan, utamanya bagi anda yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

Saat puasa, kadar hormon insulin, hormon pertumbuhan, dan hormon norepinefrin juga mengalami penurunan. Kondisi ini dapat merangsang adanya pembakaran lemak dalam tubuh untuk dijadikan sumber energi. Pembakaran lemak inilah yang berpengaruh dalam proses penurunan berat badan. Tidak hanya itu, puasa dalam waktu singkat juga dapat meningkatkan kecepatan metabolisme tubuh hingga 3,6–14%. Sehingga pembakaran kalori dalam tubuh pun berjalan lebih cepat.

2. Peningkatan Fungsi Otak

Puasa Senin Kamis yang dilakukan secara berselang, ternyata dapat meningkatkan pertumbuhan sel saraf baru. Hal ini membuat fungsi otak juga mengalami peningkatan.

Saat puasa berselang Senin Kamis ini, kadar hormon otak yang disebut brain-derived neurotrophic factor (BDNF), ternyata juga akan meningkat. Peningkatan hormon BDNF ini juga berperan dalam perlindungan otak dari serangan beberapa penyakit, seperti Alzheimer dan Parkinson.

3. Penurunan Resiko Penyakit Jantung

Puasa Senin Kamis yang dilakukan, ternyata dapat membantu dalam penurunan tekanan darah, kadar kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida, dan gula darah. Beberapa hal tersebutlah yang menjadi faktor-faktor penyebab penyakit jantung. Artinya, dengan berpuasa anda dapat mengurangi resiko terserang penyakit jantung.

4. Peningkatan Sistem Kekebalan Tubuh

Puasa yang dilakukan secara berselang seperti puasa Senin Kamis, ternyata dapat juga meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Hal ini terjadi karena puasa dapat membantu menurunkan kerusakan jaringan di dalam tubuh akibat radikal bebas. Radikal bebas ini juga sering dikaitkan dengan terjadinya penuaan dan penyakit-penyakit kronis. Tidak hanya itu, puasa juga dapat menekan mekanisme dari proses peradangan dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat membantu tubuh dalam mencegah berbagai penyakit.


Itulah beberapa manfaat puasa bagi kesehatan. Puasa Senin Kamis tidak hanya berkaitan dengan tujuan spiritual saja, namun bisa pula dijadikan sebagai cara untuk memperoleh tubuh yang lebih sehat. Namun sebelum menjalankan puasa, pastikan tubuh anda berada dalam kondisi yang fit untuk menjalankannya.
Read More

Sunday, September 30, 2018

Amalan Sunnah: Puasa Senin Kamis

Sumber foto: jabar.tribunnews.com

Pancarona Islam - Salah satu puasa sunnah yang juga sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW adalah puasa Senin dan Kamis. Puasa Senin dan Kamis ini dilakukan pada setiap pekan pada dua hari tersebut. Keutamaan yang didapat jika anda melakukan puasa ini adalah bisa menghapus kesalahan dan meninggikan derajat. Saat dua hari ini, semua amalan diangkat di hadapan Allah sehingga. Sehingga sangat baik jika anda berpuasa pada saat dua hari itu.


Dalil Puasa Senin Kamis

1. Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau mengatakan
Sumber foto: muslim.or.id

Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis." (HR. An Nasai no. 2362 dan Ibnu Majah no. 1739)

*Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih


2. Usamah bin Zaid berkata,
Sumber foto: muslim.or.id

Artinya: "Aku berkata pada Rasul -shallallahu 'alaihi wa sallam-, "Wahai Rasulullah, engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira engkau tidak pernah puasa. Kecuali dua hari yang engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya, "Apa dua hari tersebut?" Usamah menjawab, "Senin dan Kamis." Lalu beliau bersabda, "Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (pada Allah). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa." (HR. An Nasai no. 2360 dan Ahmad 5: 201)

*Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.


3. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
Sumber foto: muslim.or.id

Artinya: "Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa." (HR. Tirmidzi no. 747)

*At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi yaitu shahih dilihat dari jalur lainnya.


4. Dari Abu Qotadah Al Anshori radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab
Sumber foto: muslim.or.id

Artinya: "Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku." (HR. Muslim no. 1162)


5. Keutamaan hari Senin dan Kamis secara umum dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah berikut, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
Sumber foto: muslim.or.id

Artinya: "Pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Setia hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai." (HR. Muslim no. 2565).


Semoga bermanfaat dan selalu menyemangati dalam beramal sholih. Mohon bantuannya untuk saling menyebarkan, guna saling nasihat-menasihati dalam kebaikan.



Sumber:

1. Al Fiqhu Al Manhaji 'ala Madzhabil Imam Asy Syafi'i, Dr. Musthofa Al Bugho, dkk, terbitan Darul Qolam, cetakan kesepuluh, tahun 1431 H, hal. 357.

2.Ash Shiyam fil Islam fii Dhouil Kitab was Sunnah, Dr. Sa'id bin Wahf bin 'Ali Al Qohthoni, terbitan Maktabah Al Malik Fahd, cetakan pertama, tahun 1428 H., hal. 367-369.
Read More